Dukung Program Swasembada Pangan, BRMP Bengkulu Gelar Rakor
Selasa, 10/03/2026, BRMP Bengkulu mengikuti Rapat Koordinasi Kegiatan Swasembada Pangan Provinsi, bertempat di Aula Rafflesia. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan percepatan LTT Provinsi Bengkulu bulan Maret dan target April Tahun 2026.
Kegiatan dibuka oleh PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Andi Muhamad Idil Fitri), beliau menyampaikan strategi peningkatan IP dan produktivitas padi, langkah-langkah percepatan LTT serta progress bantuan benih. Diharapkan benih yang telah tersedia dapat segera ditanam agar tidak melewati masa kadaluwars. Selain itu, ditargetkan realisasi tanam pada bulan Maret seluas 9.861 ha.
Selanjutnya, Tenaga Ahli Menteri Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi (Hendri Sosiawan), menyampaikan beberapa hal yang perlu dicermati terkait target percepatan LTT salah satunya terkait langkah menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei atau Juni. Oleh karena itu, curah hujan pada bulan April hingga pertengahan Mei agar dimanfaatkan secara optimal, sehingga bantuan Irpom yang diberikan oleh Kementan dapat digunakan secara maksimal untun mendukung percepatan tanam.
Arahan juga disampaikan oleh Dirjen Tanaman Pangan (Yudi Sastro), terkait program dan kebijakan strategis kementan. Selain itu, PJ Brigade Pangan Provinsi Bengkulu, BBPKH Cinagara (Inneke Kusumawaty), memaparkan strategi optimalisasi peran brigade pangan mendukung swasembada pangan.
Pada kesempatan yang sama, Biro Perencanaan Kementan (Arif Muhammad), turut menyampaikan sosialisasi Permentan Nomor 2 Tahun 2026 tentang Mekanisme Tata Kelola Bantuan Pemerintah. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa terdapat tiga bentuk dan jenis penyaluran bantuan pemerintah, yaitu dalam bantuan dalam bentuk uang, barang dan jasa. Selain itu, pihak yang berhak mengusulkan bantuan pemerintah antara lain Poktan, Gapoktan, KEP dan penerima bantuan lainnya.
Selain itu, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Palembang (Yong Farmanta), menyampaikan arahan terkait pengawalan dan percepatan CSR. Sementara itu, Kadis TPHP Provinsi Bengkulu yang diwakilkan oleh Kabid Tanaman Pangan, menyampaikan target luas tanam padi tahun 2026 sebesar 104.680 ha.
Kepala BRMP Bengkulu (Shannora Yuliasari), menyampaikan bahwa di wilayah Enggano hingga saat ini belum terdapat kios resmi pupuk sehingga pupuk bersubsidi belum tersedia.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan berbagai program dan dukungan yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga percepatan tanam dapat berjalan sesuai target dan mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Bengkulu.